Luwu Timur (PANTURATV.ID) - Peristiwa gempa bumi tektonik Luwu Timur bermagnitudo 4,3 mengagetkan warga Kabupaten Luwu Timur pada Senin siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat guncangan tersebut terjadi tepat pada pukul 12.34 WIB. Pusat gempa berada di darat pada koordinat 2,50 Lintang Selatan dan 120,92 Bujur Timur. Selain itu, kedalaman hiposenter gempa ini sangat dangkal yaitu sekitar enam kilometer saja. Lokasi episenter berada kurang lebih 26 kilometer ke arah barat laut Luwu Timur. BMKG segera mengonfirmasi bahwa pemicu peristiwa ini adalah pergerakan aktif Sesar Matano. Oleh karena itu, karakter guncangan tergolong sangat dangkal dan cepat merambat ke permukaan.
Kepala BBMKG Wilayah IV Nasrol Adil memberikan penjelasan mengenai karakteristik gempa tersebut. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Matano," kata Nasrol Adil, Senin.

Berdasarkan peta guncangan, masyarakat di Malili, Towuti, dan Tomoni merespons getaran yang cukup kuat. Wilayah-wilayah tersebut mencatat skala intensitas III hingga IV Modified Mercalli Intensity. Meskipun demikian, dampak getaran bervariasi tergantung lokasi tempat tinggal masing-masing warga. Nasrol menjelaskan bahwa tingkat intensitas tersebut memicu reaksi nyata dari warga setempat. "Pada skala tersebut, jika terjadi pada siang hari, getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah," ucapnya.
Sementara itu, warga di wilayah Kalaena merasakan guncangan dengan skala III MMI. Bahkan, warga menggambarkan getaran itu mirip seperti truk berat yang sedang melintas. Oleh sebab itu, banyak warga sempat keluar bangunan untuk mengamankan diri secara mandiri. Pihak otoritas belum mencatat adanya tingkat kerusakan fisik bangunan di lapangan. "Hingga laporan tersebut diterbitkan, BMKG menyatakan belum menerima laporan mengenai kerusakan akibat gempa," tambahnya.

BMKG terus mengamati perkembangan fisik pascaguncangan gempa bumi tektonik Luwu Timur ini. Petugas telah mendeteksi setidaknya satu kali gempa susulan hingga pukul 13.03 WIB. Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadai potensi bahaya gempa susulan. Masyarakat hendaknya memantau berita resmi hanya melalui kanal-kanal terverifikasi BMKG. Selanjutnya, Nasrol meminta publik tidak panik serta menolak isu-isu liar yang tidak jelas sumbernya.













