LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Pendidikan

Bukan Cuma Chatbot, Kuliah Umum FTIK USM Bedah Potensi AI sebagai Solusi Masa Depan

Oleh Citra Mellyana Putri
30 Juni 2026
2 menit baca

Bukan Cuma Chatbot, Kuliah Umum FTIK USM Bedah Potensi AI sebagai Solusi Masa Depan

Bukan Cuma Chatbot, Kuliah Umum FTIK USM Bedah Potensi AI sebagai Solusi Masa Depan

Semarang (PANTURATV.ID) - Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) kembali mempertegas komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di era digital. Pada Selasa, 30 Juni 2026, FTIK USM menggelar Kuliah Umum "Campus EduTech Fair 2026" di Gedung V Lantai 6 kampus setempat. Mengangkat tema besar "NVIDIA Powers The World's AI. And Yours.", acara ini merupakan buah kolaborasi strategis antara FTIK USM, ELS.ID Academy, NVIDIA Indonesia, dan Axioo untuk memberikan wawasan mendalam mengenai perkembangan kecerdasan buatan kepada para mahasiswa.

Acara yang dipandu langsung oleh Dekan FTIK USM, Dr. Atmoko Nugroho, S.T., M.Eng., sebagai moderator talkshow ini menghadirkan tiga pakar industri teknologi nasional digital sebagai pembicara. Mereka adalah Deni Mahardianto (Master Trainer Consumer Microsoft Indonesia), Umayya Alamoedi (General Manager Axioo), dan Adrian Lesmono (Country Business Lead NVIDIA Indonesia).

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa dunia saat ini telah bergeser dari era literasi komputer (PC Literacy) di tahun 1990-an menuju era literasi AI (AI Literacy), di mana kemampuan berkolaborasi dengan kecerdasan buatan menjadi kunci utama di dunia kerja.
Dalam kesempatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan ekosistem AI modern yang kini makin dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari Light AI pada perangkat mobile, Heavy AI yang memanfaatkan kartu grafis PC, hingga skala pusat data berbasis awan.

Para ahli juga mengingatkan bahwa AI bukan lagi sekadar alat pintar untuk mengobrol atau bertanya seperti chatbot. Lebih dari itu, teknologi ini harus dipandang sebagai mitra kerja yang mampu menyelesaikan berbagai masalah kompleks sekaligus mendongkrak produktivitas di berbagai sektor.

Berbagai demonstrasi menarik pun dipamerkan sepanjang acara untuk membuka mata para mahasiswa mengenai pemanfaatan AI yang begitu luas. Mulai dari penggunaan NVIDIA Broadcast untuk meningkatkan kualitas komunikasi virtual, pemanfaatan generative AI yang bisa mengubah sketsa sederhana menjadi desain matang, hingga pengenalan AI Agent yang mampu bekerja secara mandiri mengotomatisasi pekerjaan digital. Menariknya, tahun 2026 ini disebut-sebut sebagai momentum penting di mana AI Agent mulai diadopsi secara masif di berbagai industri.

Tidak ketinggalan, kuliah umum ini juga membedah peran AI dalam industri hiburan dan pengembangan teknologi masa depan. Teknologi seperti NVIDIA DLSS dipamerkan kemampuannya dalam mendongkrak performa visual game tanpa menurunkan kualitas grafis, yang kini sudah tersemat secara bawaan pada lini laptop Axioo terbaru berbasis GeForce RTX. Di akhir sesi, mahasiswa didorong untuk mulai mempelajari CUDA - platform komputasi paralel dari NVIDIA sebagai fondasi utama jika mereka ingin berkarier menjadi pengembang aplikasi berbasis AI di masa depan.

Tentang Penulis

Citra Mellyana Putri

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

45 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori