Magetan (PANTURATV.ID) - Ketekunan luar biasa membawa Rudy Saputra meraih jalan hidup yang cemerlang. Pemuda kreatif ini menjelma menjadi petani hidroponik sukses di Magetan berkat kegigihannya. Lulusan SMK Teknik Pemesinan tersebut memulai usahanya dari rasa penasaran yang besar. Oleh karena itu, ia berani mencoba metode pertanian yang sama sekali baru. Rudy mulanya hanya melihat sebuah unggahan menarik tentang cara bertani di media sosial Facebook. Selanjutnya, ia langsung mencari tahu lebih dalam mengenai sistem pertanian modern tersebut.
"Awalnya saya lihat di Facebook ada yang membahas hidroponik. Kok kelihatannya menarik, bersih, dan saya berpikir petani sekarang tidak harus selalu berlumur lumpur," ujarnya.
Pemuda ini segera merakit perlengkapan tanam sederhana menggunakan modal awal sebesar dua ratus ribu rupiah. Peralatan murah tersebut meliputi tiga batang paralon bekas, pompa air, dan tandon nutrisi. Perjalanan panjang pemuda tangguh ini tentu tidak selalu berjalan dengan mulus tanpa hambatan. Selama berbulan-bulan, ia menghadapi kenyataan pahit karena benihnya gagal tumbuh optimal. Meskipun demikian, petani hidroponik sukses di Magetan ini pantang menyerah pada keadaan.

Ia terus belajar memperbaiki kesalahan dengan bergabung bersama komunitas petani hidroponik setempat. Dari komunitas lokal tersebut, ia menemukan fakta bahwa pemilihan jenis benih sayur sangat krusial. Oleh sebab itu, Rudy mengganti benih selada biasa dengan varietas khusus bernama Caipira. Perlahan namun pasti, kebun kecil miliknya berkembang pesat mencapai ribuan lubang tanam. Selain itu, sayuran segar miliknya selalu memikat para pembeli meski harga sedang anjlok. Para pengepul dan restoran secara rutin memborong hasil panen segar dari kebunnya.
Pekerjaan pemuda inspiratif ini ternyata tidak hanya berpusat pada bidang pertanian saja. Setiap malam hari tiba, Rudy rutin memperbaiki berbagai spidometer sepeda motor elektronik yang rusak. Bengkel-bengkel sekitar Magetan selalu mempercayakan perbaikan spidometer mereka kepada pria gigih ini. Sementara itu, ia menggunakan keuntungan finansial dari jasa servis tersebut untuk modal tambahan.
Ia memutar uang tersebut secara terus-menerus guna memperluas area instalasi hidroponik miliknya. Akibatnya, ia harus pintar membagi waktu antara merawat tanaman selada dan melayani pelanggan bengkel. Walaupun sangat sibuk, ia selalu merawat tanaman seladanya dengan penuh kesabaran yang tinggi.
"Kalau mengurus tanaman itu harus jujur sama prosesnya, teliti, sabar, dan telaten," tegasnya. Pada akhirnya, Rudy membuktikan secara nyata bahwa generasi muda mampu menciptakan lapangan pekerjaan mereka sendiri. Selanjutnya, ia sangat berharap semakin banyak pemuda yang berani merintis karir pertanian modern.











