Semarang (PANTURATV.ID) - Sejumlah anak sering kali memiliki kebiasaan buruk yang dianggap sepele oleh orang tua, seperti mengisap jempol atau mengunyah es batu. Padahal, jika kedua kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang, struktur rahang serta kesehatan gigi anak dapat terganggu secara signifikan.
Menurut penjelasan spesialis prostodonsia drg Melisa Delania SpPros, tindakan mengisap jempol memberikan tekanan fisik secara konsisten pada bagian mulut. Tekanan konstan ini berisiko membuat langit-langit rahang menjadi lebih dalam dan mendorong susunan gigi depan maju ke luar atau tonggos. Apabila perubahan bentuk struktur gigi sudah terlanjur terjadi, penanganan khusus medis seperti perawatan ortodonti perlu dilakukan. Anak mungkin membutuhkan penggunaan alat pemotong perata gigi seperti behel atau kawat gigi serta clear aligner yang disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing.
Selain kebiasaan mengisap jempol, kebiasaan mengunyah benda atau makanan yang sangat keras seperti es batu juga menyimpan bahaya tersendiri. Menggigit beban keras secara berulang-ulang berpotensi besar menyebabkan struktur gigi anak retak hingga pecah. Karena itu, anak-anak sangat dianjurkan untuk tidak membiasakan diri menggigit es batu maupun konsumsi makanan keras lainnya demi menjaga ketahanan email gigi.
Dalam peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional, masyarakat diimbau untuk tidak menunggu timbulnya rasa sakit atau keluhan sebelum mengunjungi dokter. Pemeriksaan rutin sejak usia dini sangat mendasar agar masalah pada rongga mulut dapat terdeteksi lebih cepat sehingga proses penanganannya jauh lebih mudah. Selain melakukan kontrol rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali, orang tua dan anak perlu menerapkan langkah perawatan mandiri di rumah. Langkah tersebut meliputi menyikat seluruh bagian permukaan gigi secara menyeluruh dua kali sehari, menggunakan benang gigi atau water flosser untuk membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau, membatasi kebiasaan sering ngemil guna mencegah penurunan pH mulut yang memicu kerusakan gigi, serta memperbanyak konsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur guna membantu membersihkan sisa makanan secara alami.
Kebiasaan buruk pada anak seperti mengisap jempol dan mengunyah es batu sering dianggap sebagai fase tumbuh kembang yang tidak berbahaya, padahal dampak mekanisnya terhadap pertumbuhan rahang dan keutuhan struktur gigi sangat nyata. Langkah pencegahan yang bersifat promotif, edukatif, dan preventif dari orang tua memiliki peran jauh lebih krusial dibandingkan dengan perawatan kuratif seperti penggunaan behel setelah struktur gigi terlanjur rusak. Pembentukan pola hidup bersih serta kontrol kesehatan gigi secara berkala sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk kualitas hidup dan kepercayaan diri anak di masa depan.













