LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'LIVE TV PANTURA SUDAH BISA DIAKSES — Tonton siaran langsung sekarang, klik tombol 'LIVE TV'
Gaya Hidup

Sarapan Tinggi Protein atau Karbohidrat? Ini Kata Ahli Gizi

Oleh Azizah Nafiu
8 Juli 2026
2 menit baca

Ahli gizi menegaskan bahwa sarapan ideal membutuhkan kombinasi protein dan karbohidrat seimbang. Protein membantu rasa kenyang lebih lama dan memperbaiki otot, sementara karbohidrat kompleks memberikan energi stabil.

Sarapan Tinggi Protein atau Karbohidrat? Ini Kata Ahli Gizi

Semarang (PANTURATV.ID) - Banyak orang sering membandingkan manfaat sarapan tinggi protein dengan makanan kaya karbohidrat. Sebagian orang memilih protein agar tubuh merasa kenyang lebih lama saat mereka bekerja. Di sisi lain, banyak individu menyukai karbohidrat untuk mendapatkan energi harian secara cepat. Namun, ahli gizi menegaskan bahwa kedua nutrisi ini memiliki fungsi penting yang berbeda. Oleh karena itu, kita sebaiknya selalu mengonsumsi menu sarapan seimbang setiap pagi hari.

Protein memang memiliki peran krusial karena tubuh mencerna nutrisi ini secara perlahan. Proses lambat ini sangat membantu kita dalam mempertahankan rasa kenyang selama berjam-jam ke depan. Selain itu, protein juga mendukung perbaikan jaringan otot dan meningkatkan metabolisme tubuh kita. Sebaliknya, karbohidrat bertindak sebagai sumber bahan bakar utama bagi tubuh kita setiap hari.

Tubuh manusia akan mengubah karbohidrat menjadi glukosa untuk menjalankan berbagai aktivitas fisik secara optimal. Selanjutnya, para pakar kesehatan selalu merekomendasikan pemilihan karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau buah-buahan. Makanan jenis ini sangat kaya serat sehingga mampu menjaga kesehatan sistem pencernaan manusia.

“Kebutuhan nutrisi setiap individu jelas berbeda bergantung pada kondisi kesehatan dan tujuan mereka,” jelas seorang ahli gizi.

49560536-167244042.jpg

Sebagai contoh, seorang atlet pasti membutuhkan lebih banyak karbohidrat untuk menyuplai energi ekstra. Sementara itu, masyarakat biasa mungkin cukup memenuhi asupan protein harian secara wajar saja. Secara umum, orang dewasa membutuhkan sekitar nol koma delapan gram protein per kilogram berat badan. Bahkan, berbagai penelitian kesehatan terbaru menganjurkan asupan dua puluh hingga empat puluh gram protein saat sarapan. Langkah nutrisi ini sangat efektif untuk mengendalikan nafsu makan berlebih dan menstabilkan gula darah.

Di samping itu, karbohidrat sebaiknya menyumbang empat puluh lima hingga enam puluh lima persen dari total kalori. Namun, kita harus selalu memastikan kualitas karbohidrat tersebut dengan memilih jenis bahan yang kompleks. Oleh sebab itu, pakar kesehatan sangat menganjurkan kita untuk selalu menyiapkan menu sarapan seimbang. Kita tentu bisa memadukan telur segar dengan selembar roti gandum utuh yang kaya akan serat.

Sebagai alternatif lainnya, kita dapat mencampur oatmeal dengan yogurt tinggi protein maupun buah-buahan segar. Perpaduan aneka nutrisi ini pasti memberikan pasokan energi yang jauh lebih stabil setiap harinya. Pada akhirnya, tubuh kita akan terasa lebih sehat dan siap menghadapi rutinitas harian yang padat.

Tags

#sarapan sehat#protein dan karbohidrat#ahli gizi Semarang#nutrisi seimbang#menu sarapan#kesehatan Jawa Tengah#tips gizi#makanan bergizi#metabolisme tubuh#pola hidup sehat#Pantura#PanturaTV#protein tinggi#karbohidrat kompleks#oatmeal yogurt#gula darah stabil#tips kesehatan Pantura#PANTURATV

Tentang Penulis

Azizah Nafiu

Penulis

Belum ada bio untuk penulis ini.

5 artikel dipublikasikan

Berita Lainnya untuk Anda

Temukan berita menarik lainnya dari berbagai kategori