SEMARANG (PANTURATV.ID) – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Semarang (USM) menggelar Journalistic Documentary Screening (JDS) 2026 di Gedung Menara Lantai 6 USM pada Jumat (3/7). Kegiatan ini menghadirkan pemutaran tiga film dokumenter hasil karya mahasiswa Ilmu Komunikasi USM yang dilanjutkan dengan sesi bedah karya bersama praktisi film.
JDS 2026 melibatkan mahasiswa dari kelas Jurnalistik Audiovisual dan Videografi sebagai pembuat film dokumenter. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa lintas kelas, perwakilan media internal Universitas Semarang, serta jajaran dosen.
Acara itu turut menghadirkan Budi Purwanto, jurnalis senior Tempo Semarang yang saat ini aktif sebagai Video Journalist di Reuters, kantor berita internasional yang berbasis di Inggris. Selain berkiprah di dunia jurnalistik, Budi juga dikenal sebagai praktisi film dokumenter sekaligus Director di Paper Sinema, rumah produksi film dokumenter yang berbasis di Semarang.

Tiga film dokumenter karya mahasiswa yang berfokus pada isu sosial dan lingkungan dipertontonkan, diantaranya Tambak di Ujung Harapan, Panggung yang Kupilih, serta Menjaga Denyut Rawa Pening.
Peserta juga menyaksikan dua film dokumenter karya Budi Purwanto, yakni Pasijah: The Untold Story dan Satu Tuhan Tiga Jalan. Setelah rangkaian pemutaran selesai, Budi Purwanto membedah tiga karya dokumenter mahasiswa dan memberikan berbagai masukan.
Dosen Ilmu Komunikasi USM, Muhamad Nur Rohman M.I.Kom mengatakan bahwa JDS 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan hasil karya mahasiswa, tetapi juga mempertemukan mereka dengan praktisi agar memperoleh masukan dalam menghasilkan film dokumenter yang lebih baik.
"Harapannya, mahasiswa Ilkom makin menyukai dokumenter karena medium ini mampu menghadirkan informasi secara utuh. Di tengah derasnya informasi media sosial yang sepotong-sepotong, dokumenter justru hadir mengangkat kisah nyata yang sering kali luput dari perhatian media arus utama," jelasnya.
Menurutnya, film dokumenter yang diproduksi mahasiswa mengangkat berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, namun sering kali belum memperoleh ruang di media arus utama.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana JDS 2026, Patrick Bernardian, berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sebagai ruang belajar bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi.
"Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut ke adik-adik tingkat. JDS sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar di kelas, tapi juga terjun langsung ke lapangan. Pengalaman ini memberikan dampak yang sangat positif bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi," ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Journalistic Documentary Screening (JDS) 2026, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang berharap kegiatan ini dapat terus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkarya, dan menghadirkan film dokumenter yang mampu mengangkat berbagai isu sosial di tengah masyarakat.









